Taman Surga
     # Mengenang 4 tahun Kepergian Ibu Tercinta  
      15 sept 2008 - 15 sept 2012

Ya tuhan tidak terasa sudah 4 tahun ibunda tercinta tidak bersama kami anak-anak nya...walaupun kami rasakan singkat sekali hidup bersama ibu, tetapi tidak mengurangi rasa syukur kami kepada-Mu tuhan, bahwa engkau telah memberikan kesempatan kepada kami, selama bertahun-tahun hidup bersama ibu. Bersama nya, kami berbagi suka dan duka.

Ibu.......
Kami tidak mungkin, dan tidak akan pernah mungkin sedikitpun melupakan mu. Setelah sekian lama hidup ditinggal bapak lebih dulu menghadap sang Pencipta, Ibu bagai pelita yang senantiasa menerangi hidup kami. Tidak ada rangkaian kata yang paling berharga dalam hidup ini, kecuali nasihat-nasihat ibu. Tidak ada sesuatu yang paling indah dipandang mata selama hidup bersama,kecuali keluhuran pencipta ibu.

Ibu......
akan kami pegang kuat-kuat nasihat ibu tentang sabar,tentang ikhlas,tentang sikap lemah lembut, dan penting nya pertemuan famili. Akan kami pegang kuat-kuat nasihat tentang kebijaksanaan. Bahwa semua kejadian itu,baik itu suka maupun duka,baik itu pahit maupun manis,senang ataupun susah,gembira ataupun sedih,meski terkandung kebijaksaan besar di dalamnya.

Sekian lama kami hidup bersama ibu, kami telah menyaksikan, bahwa ibu adalah orang yang konsisten dengan ucapan nya. Bahwa setelah sekian lama menjalani hidup ditinggal bapak, ibu sanggup menghidupi dan membesarkan kami dengan  berkerja siang dan malam di pabrik plastik di Medan. Ibu begitu sabar, tidak hanya dikala susah, tetapi ibu juga sabar dikala senang.

Kami menyaksikan, bahwa ibu adalah orang yang senang hidup mengikut kebaktian, senang mengunjungi kawan,karib-kerabat,sanak famili,bahkan ibu mampu dan senang mengunjungi orang,meskipun kami tidak suka terhadap orang itu,atau meskipun orang itu tidak suka dan membenci ibu. Kami menyaksikan bahwa ketika peristiwa menimpa keluarga. Ibu mampu memetik hikmah besar didalam nya. Justru ketika sangat terasa sekali pahitnya,ibu semakin pandainya memohon dan berdoa, dan semakin pandai berlapang dada. Bertahun-tahun kami hidup bersama ibu,kami sangat merasakan sekali kelemah lembutan ibu, tidak hanya dalam bertutur kata,tapi juga dalam sikap dan tindakan. Meskipun celoteh amarah ibu juga kami rasakan, tapi kami bersyukur kepada-Nya, bahwa ibu adalah sosok manusia yang keras dan teguh dalam prinsip hidup, tetapi senantiasa bijak dalam sikap dan tindakan.

Ya tuhan yesus...Kami menyaksikan, bahwa sebelum engkau wafatkan ibunda kami tercinta pada bulan Sept, beliau adalah orang yang hampir tidak pernah meninggalkan doa sepenuh hati  kepada-Mu, ditengah malam maupun di siang hari,Kami menyaksikan bahwa ibunda telah melewati malam-malam  ganjil sampai dengan malam ganjil terakhir 15/9


Taman 1
Taman 2
Taman 3
Taman 4
Taman 5